NSnews Network by Ngaji Shubuh - Nutrisi Ruh di Setiap Shubuh | Saksikan tayangan livestreaming setiap hari dan nantikan artikel-artikel menarik dari kami. | Bergabung bersama puluhan ribu anggota, dapatkan informasi bermanfaat setiap harinya, dapatkan pula softcopy kajian yang bermanfaat untuk anda, dan bagikan kebaikan ini ke seluruh keluarga serta sahabat anda.

Sebenar-benarnya Islam, bukan “Islam ala Prabowo”

Islam merupakan din dan ajaran syariat yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad SAW untuk mengatur seluruh dimensi kehidupan manusia. Ruang lingkup ajaran ini mencakup aspek akidah, ibadah, akhlak, tata cara bermasyarakat, sistem hukum, hingga tata kelola pemerintahan dan politik. Karena kedudukannya yang bersifat mutlak dan sempurna, Islam memiliki batasan yang jelas berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah. Penyematan nama Islam kepada figur tertentu atau pelabelan buatan manusia hanya akan menimbulkan kerancuan makna serta mengaburkan hakikat ajaran agama yang sebenarnya. Islam tidak boleh dijadikan stempel atas perilaku, kepentingan, atau kebijakan seseorang, terlebih jika tindakan tersebut justru bertentangan dengan prinsip dasar syariat.

Landasan utama mengenai keharusan beragama secara menyeluruh ditegaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 208. Ayat tersebut memerintahkan orang-orang beriman untuk masuk ke dalam Islam secara kaffah dan melarang keras mengikuti langkah-langkah setan. Secara sejarah, perintah ini diturunkan saat terdapat sekelompok pemeluk Islam yang memohon izin untuk tetap menjalankan sebagian aturan dari kitab atau tradisi agama mereka terdahulu. Permohonan tersebut ditolak secara tegas karena kedatangan Islam secara otomatis menghapus dan menggantikan keberlakuan syariat-syariat sebelumnya. Penggabungan atau pengoplosan nilai-nilai Islam dengan ajaran lain sama sekali tidak dibenarkan dalam hukum agama.

Prinsip ini membawa implikasi logis yang sangat mendasar bagi kehidupan pemeluknya. Jika mempertahankan aturan nabi terdahulu yang telah dihapus saja dikategorikan sebagai tindakan yang menyimpang, maka mengadopsi paham serta hukum buatan manusia yang asing dari nilai ketuhanan tentu jauh lebih berbahaya. Ajaran Islam tidak dapat dipecah-pecah atau dipilah sesuai selera dan kepentingan sesaat. Mengambil sebagian aturan yang dianggap menguntungkan lalu mengabaikan bagian hukum lainnya merupakan bentuk kompromi yang merusak keutuhan beragama.

Dari tinjauan balaghah, kata kaffah memiliki makna dasar sebagai sesuatu yang mencegah terjadinya pemisahan atau pemecahan. Hal ini menggambarkan bahwa Islam harus diterima dan diamalkan sebagai satu kesatuan utuh yang tidak boleh dikotak-kotakkan. Larangan mengikuti langkah setan yang menyertai perintah ber-Islam secara kaffah berfungsi sebagai penegasan dan peringatan yang sangat vital. Setan bekerja secara bertahap dan perlahan untuk menjauhkan manusia dari kebenaran, mulai dari kompromi pemikiran yang kecil hingga akhirnya menciptakan penyimpangan yang nyata.

Oleh karena itu, menjaga kemurnian pemahaman agama menjadi tanggung jawab bersama yang amat penting. Umat perlu dibimbing untuk memahami Islam sesuai dengan asas syariat yang autentik tanpa terjebak pada istilah-istilah buatan yang memecah belah. Fokus utama dalam beragama harus diarahkan pada penerapan nilai dan hukum Islam secara menyeluruh untuk mewujudkan keadilan, kedamaian, serta kebaikan hakiki bagi seluruh alam.[]

 

Simak kajian lengkapnya secara mendetail di NSTV:

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU 🔥