NSnews Network by Ngaji Shubuh - Nutrisi Ruh di Setiap Shubuh | Saksikan tayangan livestreaming setiap hari dan nantikan artikel-artikel menarik dari kami. | Bergabung bersama puluhan ribu anggota, dapatkan informasi bermanfaat setiap harinya, dapatkan pula softcopy kajian yang bermanfaat untuk anda, dan bagikan kebaikan ini ke seluruh keluarga serta sahabat anda.

September Kelabu: Pertumpahan Darah Sepanjang Sejarah Dunia

Konflik bersenjata dan pertumpahan darah antarmanusia umumnya dipicu oleh kebuntuan jalur diplomasi serta ketidakmampuan menyelesaikan perbedaan kepentingan politik di meja perundingan. Perbedaan kepentingan tersebut dapat bersumber dari faktor agama, keyakinan teologis, ambisi kekuasaan, perluasan wilayah, hingga perebutan sumber daya ekonomi.

Dalam pandangan Islam, pertempuran atau perang diatur secara ketat melalui konsep jihad fisabilillah yang wajib mematuhi aturan main atau adab berperang. Kaum Muslim hanya diperbolehkan memerangi pihak yang memusuhi atau menyerang mereka, serta dilarang keras menyakiti pihak non-kombatan seperti anak-anak, wanita, orang tua, dan pemuka agama. Selain itu, etika peperangan juga melarang tindakan merampok, menjarah, merusak hewan ternak, memusnahkan lahan pertanian, serta memerintahkan perlindungan terhadap kehormatan tawanan perang.

Bulan September mencatat berbagai peristiwa peperangan penting yang mengubah jalan sejarah peradaban dunia. Pada tanggal 7 September 1191, pertempuran besar terjadi dalam Perang Salib saat aliansi pasukan Eropa menghadapi kekuatan militer kaum Muslim di medan perang. Selanjutnya pada tanggal 3 September 1260, meletus Perang Ain Jalut yang menjadi momen bersejarah ketika pasukan Kesultanan Mamluk berhasil menghentikan dan mengalahkan invasi pasukan Mongol. Kemenangan lain dicetak oleh Daulah Utsmaniyah pada tanggal 25 September 1396 dalam Perang Nikopolis melawan aliansi pasukan salib Eropa, yang memperkuat pengaruh Utsmaniyah di wilayah Eropa. Namun pada tanggal 12 September 1683, upaya pengepungan Kota Wina oleh pasukan Utsmaniyah mengalami kegagalan akibat lamanya masa pengepungan dan datangnya musim dingin yang lebih cepat, sehingga menjadi akhir dari fase jihad ofensif Utsmaniyah.

Selain konflik antarnegara dan agama, bulan September juga diwarnai oleh pergolakan politik internal dan perang global. Di Prancis, gelombang Revolusi Prancis yang dimulai pada bulan September 1791 berlanjut hingga dihapuskannya sistem monarki absolut pada tanggal 21 September 1792 untuk digantikan oleh pemerintahan konstitusional. Di tingkat global, Perang Dunia Kedua resmi meletus pada tanggal 1 September 1939 ketika pasukan Jerman melakukan invasi dan aneksasi terhadap wilayah Polandia. Sementara itu di kawasan Timur Tengah, konflik politik antarfaksi menyebabkan terjadinya perang di Semenanjung Arabia yang berujung pada proklamasi berdirinya Kerajaan Arab Saudi pada tanggal 23 September 1932.

Memasuki era modern pertengahan hingga akhir abad ke-20, pertumpahan darah pada bulan September terus berlanjut di berbagai kawasan. Pada tanggal 22 September 1980, meletus Perang Iran-Irak yang dipicu oleh invasi militer dan berlangsung selama delapan tahun. Di Indonesia, peristiwa kelabu juga terjadi dalam skala domestik, seperti konflik politik berdarah pada tahun 1965 serta peristiwa Tanjung Priok pada tanggal 12 September 1984. Di tingkat internasional, serangan terhadap menara kembar World Trade Center pada tanggal 11 September 2001 menjadi pemicu dilancarkannya invasi militer ke Afghanistan.[]

 

Disarikan dari kajian dengan tema tersebut di NSTV:

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU 🔥