NSnews Network by Ngaji Shubuh - Nutrisi Ruh di Setiap Shubuh | Saksikan tayangan livestreaming setiap hari dan nantikan artikel-artikel menarik dari kami. | Bergabung bersama puluhan ribu anggota, dapatkan informasi bermanfaat setiap harinya, dapatkan pula softcopy kajian yang bermanfaat untuk anda, dan bagikan kebaikan ini ke seluruh keluarga serta sahabat anda.

“Yang Sabar ya…”

NgajiShubuh.or.id — Ketika orang mendapatkan ujian atau pun musibah, kata-kata yang sepatutnya diberikan padanya adalah sabar. “Yang sabar ya, innallaha ma’ashobirin.” Saat masih terluka, kecewa, atau marah, kata sabar itu memang tidak semudah itu diterima, karena kondisinya sangat menyakitkan dan mengecewakan. Namun, memang tidak ada cara lain kecuali bersabar. Seambyar-ambyarnya kita, sekacau-kacaunya pikiran, seremuk-redamnya hati, memang tidak ada jalan lain kecuali bersabar.

Bacaan “innallaha ma’ashobirin” terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 153. Allah berfirman dalam surat Al-Baqarah ayat 153:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan kepada Allah dengan sabar dan salat. Sungguh Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah/2:153)

 

Ketika kenyataan tidak sesuai dengan harapan tentu akan sangat mengecewakan bahkan bisa membuat marah. Memang kita tidak disuruh buru-buru langsung menerima kenyataan tersebut sebagai qadarullah (ketetapan Allah Swt.) tapi upaya kita untuk meyakinkan diri, bahwa segala ketetapan yang telah Allah gariskan adalah yang terbaik. Itulah yang dinamakan iman kepada qada dan qadar. Proses membenarkan inilah ketetapan yang terbaik, inilah yang disebut keyakinan itu sendiri.

Sehingga, ketika ditimpa akan ujian, masalah, atau bahkan musibah respons terbaik seorang Muslim adalah berusaha membenarkan bahwa yang ia temui saat ini adalah kebaikan dan kebenaran yang datangnya dari Allah Swt. Oleh karena itu, tetaplah bersama Allah, tetaplah memohon untuk senantiasa dibersamai dalam menghadapi segala ujian dan cobaan yang hadir menghiasi kehidupan ini. Terkadang jalan yang harus kita tempuh untuk senantiasa mengingat Allah Swt. itu tidak selalu berupa penuh dengan kenikmatan. Namun, ujian, masalah, atau musibah adalah jalan agar jiwa ini makin kuat memegang kebenaran akidah-Nya.[] Ika Mawarningtyas

1Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU 🔥