NSnews Network by Ngaji Shubuh - Nutrisi Ruh di Setiap Shubuh | Saksikan tayangan livestreaming setiap hari dan nantikan artikel-artikel menarik dari kami. | Bergabung bersama puluhan ribu anggota, dapatkan informasi bermanfaat setiap harinya, dapatkan pula softcopy kajian yang bermanfaat untuk anda, dan bagikan kebaikan ini ke seluruh keluarga serta sahabat anda.

Ya Allah, Aku Lemah dan Bodoh

NgajiShubuh.or.id“Kuat, pasti kamu kuat! Kamu hebat, kamu pasti bisa!” Sepertinya kata-kata ini tampak energik dan mampu mendorong kita untuk melejitkan potensi kita. Padahal, puncak tertinggi idrak sillah billah (kesadaran hubungan kita kepada Allah) adalah sadar posisi bahwa kita adalah hamba, ciptaan, makhluk, dan Allah adalah Al-Khaliq, Yang Maha Menciptakan. Kesadaran hubungan kita dengan Allah adalah meyakini segala kemampuan, kehebatan, prestasi, dan segala yang kita raih selama ini semata-mata atas pertolongan Allah Swt.

Kesuksesan, keberhasilan, dan semuanya semata-mata karena nashrullah bukan karena kehebatan kita. Sungguh, Allah tidak pernah bercanda dalam memberikan ketetapan kepada hamba-Nya. Oleh karena itu, jika setiap kesuksesan yang kita dapati kita yakini karena kemampuan kita, hal itu akan mengantarkan manusia untuk menjadi pribadi yang sombong dan angkuh. Ketika kegagalan menghampirinya, tentu mereka tidak akan berhenti menyalahkan dirinya sendiri ataupun keadaan.

“Allah adalah Zat yang menciptakanmu dari keadaan lemah, kemudian Dia menjadikan(-mu) kuat setelah keadaan lemah. Lalu, Dia menjadikan(-mu) lemah (kembali) setelah keadaan kuat dan beruban. Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki. Dia Maha Mengetahui lagi Mahakuasa.” (TQS. Ar-Rum: 54)

“Allah hendak menerima tobatmu, sedangkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsu menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). Allah hendak memberikan keringanan kepadamu dan manusia diciptakan (dalam keadaan) lemah.” (TQS An-Nisa: 27—28)

Sementara itu, mereka yang sadar, betapa lemahnya ia tanpa pertolongan Allah, betapa bodohnya dia tanpa mengingat Allah, akan senantiasa bisa menyikapi segala bentuk keberhasilan maupun kegagalan yang ia dapatkan ketika hidup. Oleh karena itu, harus kita sadari, “Ya Allah aku lemah dan aku bodoh tanpa-Mu.” Kalimat ini sederhana, tetapi bisa menuntun kita menjadi hamba yang selalu mengingat-Nya, bergantung pada-Nya, tidak sombong, dan bisa menghadapi manis-pahitnya kehidupan ataupun hitam-putihnya kenyataan.[] Ika Mawarningtyas

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU 🔥