NSnews Network by Ngaji Shubuh - Nutrisi Ruh di Setiap Shubuh | Saksikan tayangan livestreaming setiap hari dan nantikan artikel-artikel menarik dari kami. | Bergabung bersama puluhan ribu anggota, dapatkan informasi bermanfaat setiap harinya, dapatkan pula softcopy kajian yang bermanfaat untuk anda, dan bagikan kebaikan ini ke seluruh keluarga serta sahabat anda.

Hakikat Kedaulatan Hukum dan Pentingnya Kesadaran Umat

Setiap sistem pemerintahan dan konstitusi negara selalu berdiri di atas asas pemikiran atau ideologi tertentu. Dalam tatanan demokrasi, asas utamanya meletakkan kedaulatan tertinggi di tangan rakyat, di mana kewenangan menetapkan aturan dan hukum diserahkan kepada manusia melalui lembaga perwakilan. Konsep ini memiliki perbedaan yang sangat mendasar dengan ajaran Islam, sebab dalam pandangan Islam kedaulatan dan hak mutlak untuk menetapkan hukum serta menentukan halal maupun haram berada sepenuhnya di tangan Allah (syara’).

Ketika seorang Muslim berada dalam struktur pemerintahan yang tidak menerapkan hukum Allah, pejabat tersebut akan terikat secara penuh pada aturan konstitusi yang berlaku. Kebijakan yang diambil oleh setiap kementerian atau lembaga harus selaras dengan garis politik umum yang telah ditetapkan oleh negara. Hal ini membatasi kebebasan individu dalam membuat aturan sendiri dan menciptakan perdebatan batin bagi seorang Muslim, karena ia dituntut untuk mematuhi serta membela seluruh kebijakan tatanan tersebut di hadapan publik.

Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan tatanan hukum di luar aturan Allah terus bertahan serta sulit diubah. Pertama, masyarakat telah sangat terbiasa hidup dalam kebiasaan tatanan yang ada sehingga menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang lumrah. Kedua, terdapat keterbatasan pemahaman masyarakat terhadap ajaran Islam yang menyeluruh mengenai tata kelola kehidupan. Ketiga, adanya kepentingan untuk mempertahankan tatanan sistem yang sedang berjalan. Keempat, adanya intervensi atau pengaruh eksternal dari pihak luar yang berkepentingan menjaga kondisi geopolitik dan ekonomi agar tidak berubah.

Untuk mengatasi berbagai tantangan tersebut, jalan utama yang harus ditempuh adalah meningkatkan taraf berpikir dan taraf pemahaman masyarakat secara berkelanjutan. Edukasi dan penyampaian pemahaman agama yang lurus merupakan sarana penting untuk menyadarkan masyarakat agar memahami prinsip-prinsip tatanan hukum yang sejati. Proses penyadaran ini harus dimulai dari pembenahan diri sendiri terlebih dahulu, di mana setiap individu membekali dirinya dengan pemahaman yang benar sebelum membimbing dan menyadarkan orang lain demi terwujudnya kebaikan di tengah masyarakat.[]

 

Simak kajian lengkapnya secara mendalam di NSTV:

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU 🔥