NSnews Network by Ngaji Shubuh - Nutrisi Ruh di Setiap Shubuh | Saksikan tayangan livestreaming setiap hari dan nantikan artikel-artikel menarik dari kami. | Bergabung bersama puluhan ribu anggota, dapatkan informasi bermanfaat setiap harinya, dapatkan pula softcopy kajian yang bermanfaat untuk anda, dan bagikan kebaikan ini ke seluruh keluarga serta sahabat anda.

Apakah jika Sudah Mandi Junub Harus Wudhu Lagi? 

Klik untuk mendaftar.

Oleh: Robi Pamungkas

Dalam madzhab Syafii, pendapat mu’tamad (pegangan), mandi junub mencukupi untuk menghilangkan hadas kecil, sehingga tidak perlu mengulangi wudhu lagi setelah mandi junub.

Imam al-Malibari dalam Fath al-Muin mengatakan;

(لو أحدث ثم أجنب كفى غسل واحد) وإن لم ينو معه الوضوء ولا رتب أعضاءه

“Seandainya jika ia berhadas kemudian junub, maka cukup baginya satu mandi. Sekalipun ia tidak berniat wudhu dan juga tidak mengurutkan anggota wudhunya (sebagaimana wudhu).” 

 

Bahkan dalam ‘Ianah dikatakan;

بل لو نفاه لم ينتف

“Bahkan jika ia menafikan wudhu sekalipun, maka (wudhu) tidak ternafikan.” 

 

Syaikh Ahmad bin Umar As-Syathiri dalam Naylu ar-Raja Syarh Safinatu an-Naja menjelaskan, ada dua keadaan wudhu tidak wajib tertib; wudhu dengan cara menyelam, dan mandi junub.

Hanya saja catatannya, jika setelah terangkatnya janabah dari anggota wudhu (muka, tangan, kepala, dan kaki) dia berhadas, maka wajib baginya wudhu lagi ketika ingin hendak shalat.

Imam al-Malibari mengatakan dalam Fath al-Muin:

ولو أحدث بعد ارتفاع جنابة أعضاء الوضوء لزمه الوضوء مرتبا بالنية

“Seandainya jika ia berhadas setelah terangkatnya janabah dari anggota wudhu, maka wajib baginya berwudhu dengan memulainya dari niat.” 

 

Dalam ‘Ianah diperjelas;

(لزمه الوضوء) أي عند إرادة الصلاة، كما هو ظاهر

“Wajib baginya wudhu. Yaitu ketika hendak shalat, sebagaimana zhahir maknanya.”[]

0Shares

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TULISAN TERBARU 🔥