NgajiShubuh.or.id — Masih hangat dalam ingatan, akhir 2024 dunia dihebohkan dengan skandal Sean “Diddy” Combs atau P Diddy. Ia didakwa atas tuduhan konspirasi pemerasan (racketeering), perdagangan seks dengan kekerasan, dan transportasi untuk terlibat dalam prostitusi. Awal 2026 dunia digemparkan dengan skandal Eipstein yang menyeret elite global masuk ke lingkaran setan yang dibentuknya. Kasus Jeffrey Eipstein sebenarnya sudah lama, sudah sejak 2011 ia tersangkut banyak kasus hingga akhirnya ditangkap dan ia dinyatakan bunuh diri di penjara pada 2019.
Hal yang membuat tercengang adalah penemuan dokumen Eipstein. Dokumen yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat membeberkan, sosok Jeffrey Epstein sebagai seorang pelaku kejahatan seksual, dengan banyak tokoh terkenal di bidang politik, keuangan, akademisi, dan bisnis. Di titik binatang yang dilakukan Eipstein adalah ia melakukan kejahatan seksual kepada anak-anak kecil alias penjahat pedofil. Belum lagi beberapa elite yang terseret namanya seperti mantan Pangeran Andrew dan sebagainya.
Skandal Eipstein membuka topeng ideologi kapitalisme Barat yang merajai di dunia ini. Pertama, tata kehidupan kapitalisme sekuler telah memproduksi penjahat seksual yang melakukan hubungan kelada anak-anak di bawah umur. Kedua, kapitalisme telah berubah menjadi ideologi yang lebih jahat dari ideologi binatang. Binatang tidak sejahat itu dengan mengeksploitasi bayi-bayi mereka untuk memuaskan nafsu mereka. Namun hal itu dilakukan oleh manusia-manusia yang lahir dan dibina di ideologi setan kapitalisme.
Ketiga, ideologi kapitalisme yang diemban Barat berubah menjadi monster. Siapa yang kuat dan memiliki banyak uang bisa membeli kebenaran dan keadilan. Sudah rakyatnya banyak yang menderita dan jauh dari kata sejahtera. Walhasil mereka harus siap menjadi tumbal atas birahi subyek-subyek kapitalisme yang tidak manusiawi dan lebih sesat dari binatang.
Hal ini seharusnya menyadarkan umat di dunia agar tidak menjadi budak kapitalisme global di bawah kepemimpinan Donald Trump. Kezaliman di berbagai dunia terjadi bergantian dan tidak kunjung selesai. Tidak ada solusi lain menghadapi kebiadaban kapitalisme kecuali dengan kembali kepada syariat Islam secara keseluruhan. Hanya hukum Islam yang mamanusiakan manusia tidak berubah seperti monster-monster kapitalisme. Penerapan syariat Islam juga bisa mencegah terjadinya kejahatan seksual di berbagai lini kehidupan.[] Ika Mawarningtyas
