NgajisShubuh.or.id — Berdasarkan laporan berita terkini per Maret 2026, Pete Hegseth, yang menjabat sebagai Menteri Pertahanan AS (sering disebut sebagai Menteri Perang dalam narasi tersebut), melontarkan pernyataan keras yang memicu kontroversi global. Hegseth dilaporkan menyebutkan bahwa, “Musuh kita adalah Islam, baik Sunni maupun Syiah, semua akan kita perangi.” Ucapan Hegseth, termasuk yang menyebut “rezim yang percaya pada ilusi kenabian Islam tidak diperbolehkan memiliki senjata nuklir”, dikecam karena dianggap memicu tendensi perang agama.
Menyorot hal tersebut mengonfirmasi beberapa hal. Pertama, AS telah menabuh genderang perang secara terbuka kepada kaum Muslim dunia. Kedua, AS telah secara terang benderang menyampaikan permusuhannya kepada kaum Muslim, lalu mengapa kaum Muslim masih tercerai berai? Ketiga, penguasa-penguasa negeri Muslim yang tunduk kepada AS mengukuhkan posisi mereka sebagai kacung penjahat internasional AS.
Umat Islam tidak boleh menunda sedetik pun untuk bersatu di bawah ikatan akidah Islam. Hanya akidah ini yang mampu menyatukan kaum Muslim. Sekalipun ada perbedaan di masalah cabang, kaum Muslim seharusnya menurunkan ego dan mau bersama-sama untuk. Apa yang sedang dilakukan Iran, seharusnya tidak dibiarkan sendirian. Namun, seluruh negeri-negeri Muslim harus berdiri bersama Iran. Apabila negeri-negeri Muslim berpihak kepada Amerika sama saja menyerahkan lehernya untuk ditebas setiap saat oleh anjing Amerika.
Seluruh negeri-negeri Muslim berdiri bersama Iran karena ikatan akidah Islam dan tujuan yang sama, yakni kemuliaan Islam. Persatuan kaum Muslim ini tidak bisa berdiri di bawah ikatan nasionalisme, sekularisme, ataupun komunisme, tetapi di bawah naungan Khilafah Islamiah. Inilah persatuan yang menggetarkan dunia, bahkan membuat kesombongan Amerika dimusnahkan dari muka bumi. Hanya dengan menerapkan sistem pemerintahan Khilafah, kaum Muslim bisa menyelamatkan dunia dari keserakahan kapitalis global yang dipimpin Amerika. Selain itu, Islam akan menjadi agama yang menjadi rahmat untuk semesta.[] Ika Mawarningtyas
