Menjaga kesehatan fisik melalui sains dan gaya hidup sehat adalah bentuk ikhtiar yang baik. Namun, fokus utama seorang Mukmin tetaplah memperbanyak amal jariyah dan dakwah agar memiliki “umur amal” yang jauh lebih panjang daripada usia biologisnya di dunia. Islam telah lama mengajarkan prinsip-prinsip yang selaras dengan temuan sains modern untuk menjaga kebugaran tubuh, yakni sebagai berikut.
Pertama, aktivitas fisik. Rasulullah saw. menganjurkan olahraga seperti berkuda, memanah, dan berenang. Di zaman modern, aktivitas fisik rutin seperti jalan kaki sangat krusial untuk menjaga metabolisme. Kedua, pola makan sederhana. Konsep makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang searah dengan teori caloric restriction dalam sains, yang terbukti secara signifikan memperpanjang usia hewan. Makanan sederhana di sini juga makanan yang dimasak dengan cara sederhana, bukan makanan-makanan ultra processed food.
Ketiga, menjauhi racun. Menghindari hal yang merusak tubuh (seperti merokok) sangat penting karena zat kimia dalam rokok dapat merusak enzim pelindung DNA dan mempercepat penuaan. Keempat, silaturahmi dan sedekah. Secara psikologis, menjaga hubungan sosial yang baik (silaturahmi) dan gemar berbagi (sedekah) dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan hormon kebahagiaan yang memperkuat daya tahan tubuh.
Awet Muda
Di era modern, harapan untuk hidup panjang tidak lagi digantungkan pada ramuan sihir, melainkan pada teknologi biomolekuler. Riset terkini telah berhasil memetakan proses penuaan hingga ke tingkat DNA. Salah satu kunci utamanya adalah telomer, yaitu struktur di ujung kromosom yang berfungsi menjaga stabilitas DNA. Ada dua poin, pertama, setiap kali sel membelah, telomer ini akan memendek. Kedua, ketika telomer menjadi terlalu pendek, sel tidak bisa lagi membelah dan akhirnya mati (senescence), yang mengakibatkan tubuh tampak keriput dan organ melemah.
Para ilmuwan menemukan enzim bernama telomerase yang secara teoritis dapat memperpanjang kembali telomer tersebut. Namun, penggunaan enzim ini harus sangat hati-hati karena juga berisiko memicu aktifnya sel kanker. Selain telomer, sains juga fokus pada Sel Punca (Stem Cell). Sel ini diibaratkan sebagai gudang suku cadang alami dalam tubuh. Jika ada sel saraf, otot, atau jantung yang rusak, sel punca bertugas menggantikannya. Masalahnya, seiring bertambahnya usia, jumlah dan kemampuan sel punca ini menurun drastis.
Hal menarik lainnya adalah keberadaan “Sel Zombie” (Sel Senesen). Ini adalah sel-sel tua yang tidak lagi membelah namun tidak mau mati. Sel ini justru melepaskan zat radang yang merusak jaringan sehat di sekitarnya. Saat ini, para ilmuwan tengah mengembangkan obat Senolitik untuk membersihkan sel-sel zombie ini agar tubuh tetap sehat lebih lama. Bayangkan telomer dalam tubuh kita seperti ujung plastik pada tali sepatu; jika plastik tersebut rusak atau hilang, maka tali sepatu (DNA kita) akan mulai terurai dan berantakan, membuat sepatu tersebut tidak lagi bisa digunakan dengan baik.
Enzim telomerase dan gaya hidup sehat bertugas menjaga agar “plastik pelindung” tersebut tetap utuh selama mungkin. Ketika seorang Mukmin/Muslim menjaga kesehatan tentu niatnya bukan karena ingin berumur panjang, melainkan lebih dari itu. Mereka ingin bisa banyak melakukan amal saleh. Spirit karena ingin banyak beramal kebaikan inilah yang mendorong seorang Muslim menjaga kesehatan dengan mengikuti prinsip yang diajarkan Rasulallah saw. Semoga Allah Swt. anugerahkan kita umur yang panjang untuk memperbanyak amal saleh.[] AIK
Resume YouTube Ngaji Shubuh TV
