NgajiShubuh.or.id — Kaum Muslim hari ini sedang dipertontonkan kesombongan dan kebrutalan Amerika Serikat akut. Amerika Serikat (AS) dan entitas Yahudi melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran pada Sabtu (28-2-2026). Ledakan mengguncang Teheran dan beberapa kota lainnya termasuk Qom, Isfahan, Kirmansyah, dan Karaj. Tidak hanya itu, pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei dan keluarganya syahid dalam serangan bom yang dijatuhkan bertubi-tubi tersebut.
Setelah kejadian itu, Trump dengan congkaknya mengatakan, “Khamenei, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” ucap Trump di jaringan media Social Truth miliknya, dilansir AFP, Ahad (1-3-2026). Trump menganggap serangannya ke Iran adalah cara terbaik untuk menghentikan rezim yang berkuasa. Lihatlah! Betapa sombong dan tidak tahu dirinya Trump. Dia representasi Fir’aun masa kini telah menganggap pemimpin negeri Muslim yang berani melawannya sebagai orang paling jahat.
Siapa yang paling jahat di muka bumi ini kecuali AS? Pertama, dia melahirkan entitas Yahudi yang dicatut namanya dengan “Israel” di muka bumi ini untuk menciptakan huru-hara dunia Islam. Kedua, mendukung penuh upaya entitas Yahudi untuk genosida Muslim Palestina. Ketiga, mendukung serangan besar ke Iran hingga pemimpin tertingginya syahid. Keempat, menculik hingga membinasakan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Kelima, mengunci mati negeri-negeri Muslim dengan berbagai perjanjian perdagangan yang hanya menguntungkan AS dan pasti merugikan negara lain.
Apa hak AS melancarkan serangan ke Iran? Mengapa ia ingin menjatuhkan rezim Iran? Apa urusannya? Tidak ada jawaban lain kecuali AS ingin semua negara di muka bumi ini menghamba pada-Nya. Tidak hanya dunia Islam, tapi dunia global hari ini berada dalam dua pilihan, diam tertindas atau melawan dibinasakan? Trump sudah merepresentasikan dirinya seperti Fir’aun, yakni tidak boleh ada yang melawan sedikit pun titahnya sebagai negara nomor satu dengan ideologi kapitalisme sekulernya.
Yang paling parah penindasannya adalah di negeri-negeri Muslim. Negeri-negeri Muslim diposisikan sebagai kacung AS yang tidak boleh berkembang sedikit pun atau menyaingi kekuatan militer yang dimiliki oleh virus yang dicangkokkan AS di Timur Tengah (Israel). Negeri-negeri Muslim harus rela melihat AS-Israel mengeksploitasi kekayaan sumber daya alam yang mereka miliki atau dibinasakan seperti rezim Iran jika berani melawan.
Namun, apakah pantas kaum Muslim diam tertindas dan tidak berani melawan hanya karena takut akan bernasib seperti Palestina maupun Iran? Oleh karena itu, menghadapi AS tidak bisa sendirian. Negeri-negeri Muslim harus bersatu untuk melawan AS dan menghentikan kebrutalan dan kesombongan mereka. Persatuan ini bukan karena asas manfaat tapi karena dorongan akidah Islam hingga terwujud institusi Islam yakni sistem pemerintahan Khilafah Islamiah yang akan membalas dendam kecongkakan AS di muka bumi ini.[] Ika Mawarningtyas
