NgajiShubuh.or.id — Perlu digarisbawahi, Amerika sebagai negara super power itu hanyalah ilusi. Amerika kuat karena ia mampu mengendalikan penguasa-penguasa negeri Muslim. Jika penguasa-penguasa negeri Muslim membangkang kepada Amerika dan memilih bersatu di bawah satu kepemimpinan global Islam (Khilafah), kesombongan Amerika bisa dimusnahkan dari muka bumi. Apa yang perlu ditakutkan dari Amerika? Klaim mereka sebagai negara adidaya hanya omong kosong. Amerika tak lebih dari anjing buas dan brutal mencari mangsa. Seharusnya semuanya bersatu untuk menghentikan kebrutalan “anjing” tersebut, bukan malah ikut arus yang telah dibawa Amerika.
Mental inilah yang harus dimiliki kaum Muslim hari ini, apalagi para penguasa Muslim. Sampai kapan mereka membebek di belakang anjing Amerika? Jangan sampai segala kejahatan dan kekacauan dunia yang dibuat Amerika selalu diamini dan dilegitimasi oleh penguasa-penguasa negeri Muslim. Mereka punya tentara, alat-alat untuk bertempur, tank-tank perang, dan sebagainya, mengapa tidak dioptimalkan untuk menghancurkan Amerika?
Hari ini bisa jadi Amerika memang merangkul penguasa-penguasa negeri Muslim untuk terus tunduk padanya. Namun, di lain waktu, Amerika akan menampakkan keanjingannya yakni merampok seluruh sumber daya alam yang ada di negeri-negeri Muslim dan membinasakan segala rintangan yang menghalangi ambisi Amerika. Oleh karena itu, tidak ada jalan lain kecuali melakukan perlawanan semaksimal mungkin untuk melepaskan hegemoni AS di negeri ini dan melakukan perlawanan kepada AS secara serius.
Untuk melawan Amerika tidak bisa sendirian, bahkan secara kelompok pun kurang kuat, tetapi harus dalam bentuk negara yang menerapkan sistem Islam kaffah dalam naungan Khilafah. Satu-satunya cara memutus pengaruh Amerika di negeri Muslim adalah dengan hijrah total menuju kepemimpinan global Islam. Mengapa harus Khilafah? Karena hanya dengan Khilafah, Barat tidak akan mampu mengobok-obok kaum Muslim. Selain itu, syariat Islam meminta ketundukan totalitas kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya, bukan kepada hawa nafsu penjajah. Tidak ada jiwa, tidak ada negara yang tergadai, semua melaksanakan ketakwaan totalitas kepada Allah dalam bangunan negara yang amar makruf nahi mungkar.[] Ika Mawarningtyas
