NgajiShubuh.or.id — Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) sombong adalah sifat menghargai diri secara berlebihan, congkak, atau pongah. Dalam KKBI sombong lebih diartikan dalam bentuk sinonim kata. Namun, membahas sombong dalam pandangan Islam akan tampak jelas. Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain. Dalam sebuah hadis disampaikan arti kesombongan. “Al-Kibr bathar al-haqq wa ghamtu An-nas (Sombong itu menolak kebenaran dan merendahkan orang lain).” (HR. Muslim)
Menilik hadis tersebut arti kesombongan erat kaitannya dengan definisi kebenaran. Mereka dapat dikatakan sombong apabila memenuhi beberapa kriteria berikut. Pertama, ia menolak kebenaran yang berupa kenyataan dan fakta yang terjadi. Jadi, ia mengingkari kenyataan yang terjadi. Sebagai contoh, ia melihat siapa yang lurus dan menyimpang tapi ia tetap membela yang menyimpang. Inilah manifestasi kesombongan yakni ia mengingkari fakta kebenaran.
Kedua, kabar buruknya adalah fakta kebenaran yang diingkari adalah kebenaran yang diturunkan Allah Swt. melalui Nabi Muhammad saw. yakni din Islam. Kebenaran Islam adalah nyata dan benar. Mengingkari apa-apa yang ada dalam Islam adalah bentuk kesombongan. Bentuk kesombongan bisa membuat manusia menjadi fasik, munafik, hingga kafir. Mereka menyampaikan keimanannya kepada Islam, tapi mereka menolak hukum-hukum yang ada di dalam Quran.
Dengan berbagai dalih mereka menolak dalil-dalil Al-Qur’an untuk membenarkan pemikiran dan sikap mereka. Bahkan, mereka jatuh ke jurang kekafiran ketika mereka menolak untuk menyakini Allah Swt sebagai Rabb semesta alam. Padahal, faktanya Dialah Allah Azza wajalla yang telah menciptakan dan mengatur alam semesta dan kehidupan. Logika mereka liar dan buas hanya demi memenuhi nafsu dan menolak kebenaran Islam.
Kesombongan biasanya digambarkan oleh salah satu sosok yang namanya ditulis dalam Al-Qur’an, yakni Fir’aun. Ia menolak kebenaran yang dibawa Nabi Musa as., bahkan ia merasa dirinya lebih tinggi dari siapa pun manusia yang dia pimpin. Hingga puncaknya ia menganggap dirinya Tuhan yang harus dipuja dan disembah rakyatnya. Inilah kesombongan yang menjelma menjadi kesesatan dan kerusakan yang nyata.
Menolak Dakwah
Umat Islam memiliki gelar istimewa yakni umat terbaik (khoiru ummah), yakni bagi mereka yang mau menyeru kebaikan dan mencegah dari yang mungkar. Namun, ujian berdakwah tidaklah sepi, justru penuh rintangan dan tantangan. Terlebih ketika dihadapkan dengan pribadi yang sombong yakni menolak dakwah. Mereka merasa nyaman dan bahagia ketika bergelimang dengan kemaksiatan dan kemungkaran.
Manusia-manusia sombong hari ini telah diproduksi secara masif oleh kehidupan yang mencampakkan hukum Islam seperti sistem kehidupan sekuler kapitalisme. Sistem sekuler kapitalisme telah menjadikan Islam hanya sekadar ritual yang tidak diberi ruang sedikit pun untuk bergerak menerapkan hukum-hukum Islam. Walhasil kejahatan dan kekacauan terjadi di segala aspek kehidupan.
Di sinilah pentingnya kita kembali merendahkan hati untuk legowo diatur dengan sistem Islam secara paripurna. Namun, kondisi hari ini masih di cengkeraman oleh sistem kapitalisme sekuler. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban kaum Muslim untuk berjuang dakwah menyampaikan kebenaran risalah Islam agar umat manusia mau menerimanya sebagai sistem kehidupan yang benar dan membawa keberkahan.[] Ika Mawarningtyas
